Artikel ini membahas layanan Steel, Aluminium & Stainless Fabrication yang kami tangani dari Balikpapan untuk Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah timur Indonesia.
Lihat halaman layananDua cara berbeda melawan karat
Galvanis adalah baja biasa yang dilapisi seng. Sengnya yang berkarat lebih dulu, mengorbankan diri untuk melindungi baja di bawahnya. Selama lapisan seng masih ada, bajanya aman.
Stainless adalah baja yang ketahanan karatnya ada di dalam materialnya sendiri, dari kandungan kromium. Tidak ada lapisan yang habis — kalau permukaannya tergores, lapisan pelindung tipisnya terbentuk kembali.
Perbedaan ini menentukan segalanya: galvanis punya umur yang habis perlahan, stainless tidak. Tapi stainless jauh lebih mahal di awal.
Kalau struktur ada di dekat laut
Balikpapan, Samarinda, dan kota pesisir lain di Kalimantan punya udara lembap bergaram. Garam mempercepat habisnya lapisan seng dan bisa menyerang stainless jenis tertentu.
Stainless 304, yang paling umum, bisa muncul bintik karat di lingkungan bergaram. Stainless 316 mengandung molibdenum dan jauh lebih tahan terhadap garam — itulah sebabnya 316 lebih sering dipakai di area pantai dan kapal.
Untuk galvanis di dekat laut, yang menentukan umur adalah ketebalan lapisan sengnya. Galvanis celup panas (hot dip) punya lapisan jauh lebih tebal daripada galvanis listrik, sehingga lebih cocok untuk struktur luar.
Yang sering terlupa: bagian yang dilas
Mengelas baja galvanis membakar lapisan seng di sekitar sambungan. Bekas las itulah yang pertama kali berkarat kalau tidak dilapis ulang dengan cat kaya seng.
Karena itu, untuk struktur galvanis, idealnya semua pengelasan dikerjakan lebih dulu, lalu seluruh struktur dicelup galvanis sesudahnya. Pengelasan di lapangan setelah galvanis sebaiknya diminimalkan dan selalu diikuti pelapisan ulang.
Pada stainless, bekas las juga perlu perhatian: warna kebiruan di sekitar sambungan harus dibersihkan dengan pickling dan passivation agar ketahanan karatnya kembali utuh.
| Penggunaan | Pilihan yang umum | Alasan |
|---|---|---|
| Rangka gudang dan kanopi | Galvanis celup panas | Struktur besar, biaya harus terkendali |
| Handrail area publik dekat pantai | Stainless 316 | Sering disentuh, tampilan harus terjaga |
| Tangga dan platform pabrik | Galvanis atau baja dicat | Kuat, mudah diperbaiki |
| Line proses makanan dan CPO | Stainless 304 atau 316 | Kebersihan dan ketahanan cairan proses |
| Perlengkapan dek kapal | Stainless 316 | Paparan air laut langsung |
Pertanyaan yang sering diajukan
Mana lebih tahan karat, galvanis atau stainless?
Stainless, karena ketahanan karatnya berasal dari materialnya sendiri dan tidak habis. Galvanis dilindungi lapisan seng yang perlahan habis. Namun galvanis jauh lebih murah dan untuk banyak struktur luar sudah cukup memadai.
Apakah stainless bisa berkarat?
Bisa, terutama stainless 304 di lingkungan bergaram seperti daerah pantai, yang dapat muncul bintik karat. Stainless 316 lebih tahan terhadap garam sehingga lebih cocok untuk area dekat laut.
Bolehkah baja galvanis dilas?
Boleh, tetapi pengelasan membakar lapisan seng di sekitar sambungan. Bekas las harus dilapis ulang dengan cat kaya seng agar tidak menjadi titik awal karat. Idealnya pengelasan dikerjakan sebelum struktur digalvanis.
Apa beda galvanis celup panas dan galvanis listrik?
Galvanis celup panas dilakukan dengan mencelupkan baja ke seng cair sehingga lapisannya tebal dan cocok untuk luar ruangan. Galvanis listrik lapisannya jauh lebih tipis dan lebih cocok untuk barang di dalam ruangan.