Stainless steel disebut tahan karat, tetapi ketahanan itu bergantung pada lapisan kromium oksida di permukaannya, dan pengelasan bisa merusaknya.
Berikut pilihan material, cara menjaga kualitas las, dan pembersihan setelahnya. Panduan teknis lengkap ada di artikel kami tentang las stainless.
Artikel ini membahas layanan Welding Services yang kami tangani dari Balikpapan untuk Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah timur Indonesia.
Lihat halaman layanan304 atau 316
304 cukup untuk banyak aplikasi umum seperti rak, meja, dan tangki makanan non-agresif. 316 mengandung molibdenum sehingga lebih tahan lingkungan klorida: area pesisir, air laut, dan beberapa proses kimia. Salah memilih di sini lebih mahal dari selisih harga materialnya.
| Lingkungan | Arah material |
|---|---|
| Dalam ruangan, non-agresif | 304 |
| Pesisir, uap garam, air laut | 316 |
| Kontak bahan kimia klorida | 316 atau yang lebih tinggi, sesuai kebutuhan |
Hal yang menentukan mutu las
Tiga hal yang paling sering menentukan:
- Purging argon di sisi dalam sambungan pipa atau tangki agar akar las tidak teroksidasi (berwarna gelap dan keropos).
- Kendali panas. Panas berlebih membuat zona terdampak panas mudah berkarat.
- Kebersihan. Alat tidak boleh bekas baja karbon agar tidak menanamkan besi di permukaan stainless.
Data untuk penawaran
Kirim gambar, jenis stainless, ketebalan, panjang las, dan kebutuhan finishing. Kapasitas kami mencakup stainless 304 dan 316.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bedanya 304 dan 316?
316 mengandung molibdenum sehingga lebih tahan klorida seperti di pesisir dan air laut; 304 untuk penggunaan umum.
Kenapa hasil las stainless berubah warna?
Karena oksidasi akibat panas dan kurangnya gas pelindung. Warna gelap menandakan ketahanan korosi menurun dan perlu dibersihkan.
Apakah ada pickling dan passivation?
Bisa ditambahkan sesuai kebutuhan; sampaikan saat meminta penawaran.